R's Journal: Voluntary
Showing posts with label Voluntary. Show all posts
Showing posts with label Voluntary. Show all posts

Wednesday, December 25, 2019

Christmas Celebration - From Compassion To Action
Wednesday, December 25, 20190 Comments









“The purpose of life is not to be happy. It is to be useful, to be honorable, to be compassionate, to have it make some difference that you have lived and lived well.” ― Ralph Waldo Emerson





December, 2019. Can you imagine celebrating your first Christmas in other country without your family? can you also imagine how it's like to have a Christmas without holiday? Well, welcome to China, where holiday is only for China's day. 

I thought it would be my first worst Christmas. I did not really get the Christmas vibes at the time, plus christian is minority here. But THANK GOD, that was my first thought. My Senior, who is also christian, invite me to follow the FCTA event which is Christmas celebration with children with disabilities in special school. I was so happy finally I got the chance to do something special, tbh.





There was a lot of volunteers. I was happy i got the chance to meet new friends who are also foreigner students. Some come from Philippine, some from Pakistan, India, Africa and also China itself. Gather around, cheering them up, and also give some gift to the kid is the most precious moment that I have ever experienced, even thought we still have one problem; language barrier.




Also Read: Precious Moment Di Yayasan Hamba! | Second Time Going To Orphanage


The celebration was amazing. It started with a small ceremony, singing the national song of China and gathered around. Then the game started. The game is designed for all the kids, and us as the volunteers can only support them. There are a lot of fun games and at the end of the event we give Christmas presents for them. Doll, snacks, candy, apples, etc. Then we have lunch together, eating jiaozi and boiled egg. It was all traditional, yet so fun.





All the kids looked so happy. I love this. they dream, create and imagine. They live their life without fear. I guess because they don't think too much. This is what their privilege. Having no fear, always be happy and not overthinking. But what about us? Somewhere along the line, feeling guilty, fearful, and unhappy has become the norm. It is almost expected. What happened to us to take away our feeling of excitement for what tomorrow holds and replaced it with worry?







Rs. 2020
All Right Received
Reading Time:

Saturday, September 22, 2018

Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Saturday, September 22, 2018 2 Comments
Yayasan Hamba


Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Jadi beberapa bulan yang lalu, tepatnya di tahun 2017 aku di ajak ke Yayasan Hamba buat ngerayain ultah teman, Rosa namanya. awalnya aku agak biasa aja sih, belum terlalu excited soalnya aku kira disana ga bakal ngapa-ngapain, cuma duduk-duduk gajelas dll. But, turns out my expectation is not exactly like the reality! Ternyata seru banget. serunya pake banget. Puji Tuhannya lagi, kali ini aku dapet kesempatan lagi buat kesini dan ketemu mereka, Yey!!



27 Mei 2018.

Jadi aku diajak lagi nih ke Yayasan Hamba sama teman dan adik kelas pas SMA. Ada Rosa, Viot, Kinoy, dan beberapa adik kelas lain. Pas kesana, sebenarnya aku pengen ketemu sama Jojo, jadi Jojo ini salah satu anak panti asuhan yang menurut aku imutttt banget dan lucu, bikin gemes tapi sayangnya, aku nggak tau dimana dia. Dia udah nggak di Yayasan Hamba lagi :'). Pas aku tanya beberapa anak-anak dimana Jojo, ada banyak jawaban dari mereka. Ada yg bilang Jojo lagi sakit, ada yang bilang dia udah sama keluarganya, ada juga yang bilang dia udah diadopsi. Kinda sad, but life Goes ON! Fortunately disini masih banyak adek-adek yang baik-baik dan imut imut. Mereka juga mau diajak keliling-keliling dan aktif banget. Pas pertama kami dateng, mereka tiba-tiba meluk kami satu-satu! My heart was melting at the time. Terus abis meluk satu-satu, mereka langsung narik kita buat jalan-jalan keliling daerah Yayasan Hamba.


Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Main di Taman belakang Yayasan Hamba :)



Sesuai dengan dugaan, ternyata mereka ngajak kami ke taman bermain yang letaknya lumayan jauh dari Yayasan Hamba. Mereka riang gembira walaupun harus berjalan sejauh itu hanya untuk bermain ayunan dan perosotan. We should learn more from them!


Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Mereka ternyata juga suka cuddling hehe

Baca Juga: Christmas Celebration - From Compassion To Action

Habis dari taman, kami diajak lagi sama adek-adeknya. Kali ini lebih jauh lagi. Entah kemana mereka membawa kami, but that's okay, as long as we keep holding on. Finally arrived, ternyata kami dibawa ke Taman kanak-kanak mereka. Sekolah mereka guys! Waktu SD kelas satu aku bahkan ga begitu hafal rute sekolahku. Karena penasaran, aku sempat nanyain ke salah satu anak bagaimana cara mereka ke sekolah tiap harinya. Nina namanya. Saat ditanya, dia semangat banget menjelaskannya. Sambil senyum-senyum sendiri dan menggenggam tanganku dia menjawab, "Biasanya naik mobil, tapi pulangnya jalan kaki sama temen-temen, ehehe". I don't know why but she's so happy. And of course she makes me happy too. Kali ini di TK, permainannya lebih banyak. Mereka juga lebih ceria.



Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Keep swinging, lil Kid!

Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Baby day care sekalian selfie ;p


Jadi setelah udah agak lama main ditaman, kami memutuskan untuk membawa pulang mereka karena mereka nggak mau pulang >.< Dengan usaha yang besar akhirnya mereka mau dibujuk pulang. Walaupun mereka jadinya agak sedih, kami berusaha membuat mereka ceria kembali dengan mengajak mereka bercanda bersama, bernyanyi dan tertawa di sepanjang perjalanan.

Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Bikin Fingerpaint untuk kenang-kenangan

Sesampainya di Yayasan Hamba, sebelum pulang kami melakukan sebuah acara terakhir, sebagai perpisahan dengan mereka, yaitu berupa simbolik Finger paint dari mereka di sebuah kain putih. Seru! mereka semua sungguh excited to do this.. bahkan ada yang sampai rela berkotor-kotoran ditangan maupun di wajah saking totalitasnya. Mereka selalu ceria. I wish i could be like them. Saat saat seperti ini aku mulai bertanya kepada tiap-tiap anak, mulai dari siapa nama mereka, kelas  apa yang mereka sukai, sampai cita-cita mereka kalo besar mau jadi apa. Jawaban yang mereka kasih juga unik-unik dan keren-keren, sampai aku jadi speechless :')
Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Fingerpaint merekaaa




Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to OrphanagePrecious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage



Akhirnya, tiba saatnya kita berpisah. Mereka harus kembali beristirahat dan melanjutkan aktivitas mereka. Sedih. Pake banget. Lucunya adalah semakin mereka bahagia, semakin aku sedih harus ninggalin mereka. Why? Jadi baris terakhir ini adalah beberapa hal dan pelajaran yang muncul dibenakku selama berkunjung ke Yayasan Hamba. Pertama, mereka semua hidup tanpa ayah dan ibu, tanpa kasih sayang yang intens dari orang tua. Walaupun mereka punya ibu asuh, itu belum cukup untuk mendapatkan kasih sayang dari orang tua, apalagi mereka semua mayoritas adalah anak-anak kecil yang masih butuh kasih sayang orang tua secara intens. Terus yang kedua, bukan hanya orang tua yang tidak mereka miliki, tapi juga otomatis kebutuhan-kebutuhan pendukung seperti mainan dan pakaian. They indeed have so many clothes, tapi itupun beberapa adalah pakaian sumbangan dan juga harus dibagi-bagi bersama. Mainan? Ya, mereka punya. Tapi semua itu merupakan mainan turun temurun yang bentuknya sudah tidak karuan lagi, dan mereka juga masih harus berbagi satu sama lain. Oh Tuhan. Hal ini semakin membuatku sedih. Sedih melihat diriku sendiri. Dari segala macam keterbatasan yang ada, mereka tidak pernah mengeluh dan merasa bersedih. I've seen it my self. Justru hal ini semakin membuat mereka akrab satu sama lain. Mereka bahagia dengan apa yang telah diberikan Tuhan. But what about me? What about my self? Sudah diberikan orang tua yang lengkap, seorang kakak, kebutuhan financial yang lebih dari cukup, tapi masih saja mengeluh. Mengeluh, mengeluh, mengeluh. Setiap hal kecil dalam hidup ini aku selalu mengeluh. HARUSNYA KAMU BERSYUKUR, RANI. Diluar sana masih banyak yang hidup susah, buat makan aja nggak bisa apalagi buat senang-senang?. That's what makes me sad. Gimana kedepannya Tuhan mau memberikan lebih kepadaku kalau aku selalu mengeluh dengan apa yang sudah diberikan?


Precious Moment di Yayasan Hamba! | Second Time Going to Orphanage
Namanya Radit: Bandel, tapi paling aktif dan ceria!
SO Guys.. Im not trying to be wise, but please. Mulailah untuk bersyukur, bahkan dengan hal kecil sekalipun. Tidak semua orang merasakan anugerah yang sama seperti yang kita rasakan. Bisa bernapas hingga detik ini saja seharusnya kita bersyukur. Hidup ini singkat, bersyukur dan nikmatilah selagi kamu bisa. Jangan pernah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, karena setiap orang memiliki tolak ukur yang berbeda-beda. So, Thats all about my post today. Semoga post ini dapat menjadi inspirasi bagi semua orang, terutama untuk kita yang belum bersyukur hari ini, hehehe. God Bless Us :)






RS2018
Reading Time:

Instagram - @Rsjournale

@way2themes