October 2018 - R's Journal

Monday, October 29, 2018

About Me
Monday, October 29, 20180 Comments
[This post is written in English.. I knowwwwww my English is suck and im still learning on it so Puhhleaseee bare with me hehehe🙃🙃]



I'm not actually someone that'd love to share all 'personal things' into social media like this, telling people how i hate something and on the other side, talking about my life and how i perceive the real world and SO ON #eakk. But since I'm an unofficial blogger now, of course i have to fill my content with some identity of me so everyone who reads my blog could get to know me and gain some preference for me, am i right? this reason doesn't seems make sense to me but yeah here i am anyway, finding my self writing some shyt  and reveal who i truly am. 

My Social Media & Contact Person


Instagram :
Twitter:



Device & Camera that i use for Blogging

  • Camera : Fujifilm X-A2
  • Phone: Oppo F11
  • Laptop: Macbook Air 2018


And btw, Thank you so much for you, who have just see this post About Me. Honestly i don't know what is your purpose of opening this post, but i really really wish that you won't regret what you’ve just done now (haha lol), cuz you are going to literally read everything about me here. Yep, have i made my self clear? Literally about me, just like what the tittle says.

 and now here we go, 

Things About Me 
(that i finally decide to share with you).

  1. I am a-half bataknesse, half Javanese (Solo, for the specific one)
  2. I was born in Surakarta and raised in Timika-Papua for 15 years.
  3. I  moved to Jogja, taking another level of education in Stella Duce 2 SHS batch 25.
  4. I lived in dormitory for 3 YEARS.
  5. I play some instruments (Piano 🎹, Guitar 🎸 , Violin 🎻 , and Drum 🥁 ) but I REALLY NEED TO MASTER ALL of THOSE INSTRUMENTS because none of those instruments that I'm really good at.
  6. Writing isn't my hobby, i feel bored, that's all.
  7. I used to have a pet, it was cockatoo and i named it Yakob (Actually its Jacob but my mom kept calling it Yakob and finally the whole family called it so, including me).
  8. Thing i regret on SHS: Taking Orchestra ekskul instead of Basketball ekskul. 
  9. I have a best friend for like more than 10 years and still counting.
  10. I am a tidsoptimist. 🕰
  11. Now i am a student of International Business Management Program at Atma Jaya Yogyakarta University batch 2017.
  12. I love K-dramas (Especially the romance one)
  13. Honestly i hate everything that related with sad emotions (movies, stories {unless musics})
  14. I think i'm stupid but everyone around me keep saying that i'm smart. Is that what you called genius? hehehe just kidding.
  15. Im an ambivert................... i'd love to spend most of my time with people but i do need some times alone.
  16. I can sew and knit, i learn those kind of things from my mamaahh.
  17. I don't speak bahasa batak and bahasa Jawa.
  18. I really really really want to play saxophone, and now im saving my money to buy that instrument. #oneofmywishlist
  19. LOVE COUNTRY MUSIC, 70S AND 90S MUSIC.
  20. I used to wear glasses but i was looking like a nerd so i put it off. #goodbyeglasses
  21. A night-imaginer. I imagine a lot at night 💭 
  22. Thing that I cannot live without: my Casio watch. We’ve been together since 2013.
  23. Reading is one of my hobbies, but i only read comics and sometimes adult novels (hahaha)
  24. I draw sometimes. My objects are mostly random, depend on my feeling.
  25. I also love to edit some fangirl thing (but still basic).
  26. I collect comics (mostly detective Conan).
  27. Easily distracted.
  28. I somehow like math, not exactly the math but the math that you have to use a god damn logic to understand it. Is that weird? 
  29. I also play some games like PUBG, Mobile Legend, Built in Town (hahaa), harvest moon, Rules of Survival (seriously?) but i prever Hayday (YES) more than anything.
  30. Currently live in Nanjing, China🇨🇳
  31. I take double degree program, 2 years in UAJY and 2 years in Nanjing Xiaozhuang University
  32. Now i am a student of Nanjing Xiaozhuang University Batch 19🇨🇳, International Trade Major.

Oh, before i forget. If you wonder about the philosophy of this blog you could probably visit my very first post ➡️  A new Beginning. (Warning: It's a lil bit cringe bc it was written a very long time ago🤢, so sorry guys hahaha)


For now due to my lack inspiration (again), i only have these several things about me and i don't know whether i will add more things about me later or not, but dude i hope you enjoy reading this post. Sorry if you have high expectation about this post because turns out this is just some shit that i write with no purpose and this is not a good one (ups). Anyway, thank you for visiting, have a good time! #salamblogger.


Reading Time:

Wednesday, October 10, 2018

Beach, Sunset, and Us  | Journey of the Week
Wednesday, October 10, 2018 4 Comments

Each day is born with a sunrise
and ends in a sunset, the same way we
open our eyes to see the light,
and close them to hear the dark.
You have no control over
how your story begins or ends.
But by now, you should know that
all things have an ending.
Every spark returns to darkness.
Every sound returns to silence.
And every flower returns to sleep
with the earth.
The journey of the sun
and moon is predictable.
But yours,
is your ultimate
ART.
Suzy Kassem


This time is different than the usual. This is literally an unplanned journey. Semua bermula ketika aku, Ade, dan Danni mulai khawatir dengan teman pria semata wayang kami yang namanya mas Gloriano yang sudah tidak ada kabar selama beberapa abad (baca: sejak sabtu). Berhubung kami sedang menjadi pengangguran dan sudah selesai UTS, dan juga karena takut terjadi sesuatu, akhirnya kami bertiga memutuskan untuk mengunjungi rumah Ano yang letaknya di daerah prambanan, dengan hanya berbekal sepotong alamat dari kakaknya. Kurang nekad apa lagi?


So here we go. Dari kampus jam 12, waktu yang tepat untuk makan siang. Walau agak terputar-putar, pada akhirnya kami sampai juga. Kondisi korban: Aman walau agak sedikit hamburadul, terlihat kurang gizi dan kurusan, tak ada kuota tak ada uang. Karena rasa iba dan simpati serta empati yang kuat akhirnya kami memutuskan untuk memboyongnya (ealah) ke Restoran klasik Prambanan didekat rumahnya yang kebetulan aku lupa namanya. Disana suasananya enak, tenang dan dikelilingi pemandangan hijau. Ditempat ini pula kami mulai berbicara ngawur mulai dari perbincangan yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal, hingga sampailah kami ke titik dimana percakapan tentang pantai dan sunset dimulai.
"Jadinya kemana?"
"emm.. Bioskop?"
"Lagi bokek"
"Candi prambanan?'
"Waduh ngapain ke candi siang bolong begini"
"Indomaret"
"mEh nGopOo :("
"Pantai. Fix. nDelok SunZet"
"....." Semua fifty-fifty. Kalau ke pantai, banyak yang harus dipertimbangkan mulai dari estimasi waktu sampai kesana, pantai apa yang mau dikunjungi, ngapain disana, sampai membahas pakaian kami yang nggak cocok sama sekali buat dipake kesana. Tapi, kami semua mau. Walau banyak pertimbangan, ini semua worth to try. Akhirnya agar tidak menghabiskan waktu lebih lama kami langsung memulai perjalanan. 


Kami memutuskan pergi ke daerah gunung kidul karena disana banyak pilihan pantai. Tapi karena penasaran juga akhirnya lokasi yang kami gunakan di GPS adalah bukit Pengilon. Yap, di gambarnya bukit ini oke punya, namun hanya bisa berharap semoga ini sesuai dengan ekspektasi. 

Sunset | Monica Maharani Sitompul

Perjalanan yang sangat memakan waktu. Jauh memang, tapi pemandangan di sekitar jalan syukurnya bisa membunuh kejenuhan didalam mobil. Entah ini musim gugur atau bukan, beberapa pohon di kiri-kanan jalan terlihat gugur. Bebatuan yang ada disekitar juga membuat perjalanan kali ini serasa di Sumba. Keren, namun tetap harus hati-hati karena banyak tikungan yang lumayan tajam, dan juga truk-truk angkutan yang lajunya bukan main.
Sunset | Monica Maharani Sitompul
Sedikit salah jalan, akhirnya kami sampai ke sebuah pantai. Bukan bukit Pengilon memang, tapi tempat ini juga keren. Banyak batu karang disekitar pantai yang bisa membuat tempat ini kelihatan aesthetic. Karena kami datang saat matahari masih ada di ambang, hasil foto-foto jepretannya pun jadi keren punya walau hanya berbekal kamera hp disertai dengan beberapa trik-trik dalam memotret.

pantai | Monica Maharani SItompul

…she remembered watching a summer sunset from this very spot. Not so long ago; just a lifetime.
Sharon Kay Penman.

We had so much fun. Menit-menit terakhir sebelum matahari tenggelam, kami memutuskan untuk menghentikan segala aktivitas yang kami lakukan No gadgets, no taking pictures. Just us, sitting on the rocks and having some conversations. Duduk-duduk sambil menikmati sunset is the best feeling ever. Apalagi ditemani oleh orang-orang yang telah menemaniku selama tiga semester ini. Mencoba untuk lebih memanfaatkan suasana Luhade mulai melontarkan ide gila: bermain Truth or Truth sambil melewatkan sunset. Hmm. What kind of question will they give to me? Should i say the truth? :) 



 i Won't sugarcoat it, but better days are coming. Maybe not today, but eventually. Don't let your whole day ruined by some little things. Think of it as a bad minute, not a bad day, and you’ll be OK. Stress begins when your worry list is longer than your gratitude list. Happiness begins when your gratitude list is longer than your worry list. So find something to be thankful for today. Be sure to appreciate what you’ve got. Be thankful for the little things in life that mean a lot.” 


The Angel Affect




In frame (Exclude me):
-Aloysia Danni Novena Addi
-Ni Luh Made Widya
-Gloriano Kevin Wairo (Cameo)



RS2018. All Right Reserved.

 


Reading Time:

Tuesday, October 09, 2018

Bali, I MISS YOU! | Family Trip to Bali | 2016
Tuesday, October 09, 20180 Comments

BALI | Monica Maharani Sitompul



Guys, actually dulu aku pernah upload blog tentang pengalaman liburan di Bali sama keluarga tahun 2016-2017 kemaren, tapi karena ada beberapa masalah dalam url blognya, akhirnya aku mutusin buat hapus post itu.......... huh.

Mencoba untuk tidak bersedih, here i am! writing another post about vacay with family hehehe. Ini emang udah agak lama sih liburannya, tepatnya tahun 2016-2017 kemaren, tapi sayang kalo dibuang jadi tak tulis aja disini hehee.

Jadi, berawal dari mum dad yang udah pengen dan ngebet ke Bali dari lama dan baru kesampaian 2016 karena bapak acu sayang akhirnya dapet cuti #hazeek. Jadi disini karena kita berempat (mamak bapak kakak dan aku sendiri) terpencar-pencar di tempat yang berbeda maka bapakke memutuskan untuk bagi tugas. Rani, u go reserve the hotel and the flight! , Indah, u ll manage the money for accommodation and consumption. Kurang lebih begitu perintah si bapak, sedangkan mamak bapak saya tinggal santai-santai ae :s

BALI | Monica Maharani Sitompul
J Boutique Hotel Bali
Lanjut cerita, kami kesana tanggal 23 Desember naek maskapai Air Asia. Rencananya sih mau 5 hari disana sekalian merayakan natal. Oke baiklah, sampailah hita di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, lalu langsung cuz ke hotel yang udah di reserve sebelumnya yaitu J Boutique Hotel. Lokasinya strategis banget sumpah, di jalan Kartika Plaza kuta, deket dari segala akses. Harganya juga waktu itu quite cheap, waktu itu pas desember natal (high demand) harganya sekitar Rp. 1,700,000-an untuk dua kamar + breakfast per harinya, jadi kalo dihitung-hitung cuma buat hotel empat hari habis duit sebesar Rp. 6,8 jutaan. Kamarnya juga super cozy, enak buat nyantai dan foto-foto hehehe. Juga di rooftop nya ada kolam renang buat yang udah bosan berenang di pantai. Service nya juga oke pisan, new towel everyday plus bed yang selalu rapih tiap ditinggal. Pokoknya good quality dan affordable banget.

BALI | Monica Maharani Sitompul
Ini di dalem kamar, tempat nyantai samping jendela
BALI | Monica Maharani Sitompul
Kalo ini di Kolam renang rooftop, sepi banget :( terakhir kali liat cuma ada beberapa bule yg mandi disini.. hmm.
Kalo ini lounge tempat sarapannya, Makanannya disediain buffe dan enak2 semua, jujur karena bingung milih akhirnya aku ambil semuanya :(

BALI | Monica Maharani Sitompul
ini di our bed sweet bed..... Kapan lagi akur kayak gini yekkan wkwk

Lanjut dari review hotel, hari pertama nyampe Bali kita cuma jalan-jalan sekitar pantai doang. Disekitar jalan kartika Plaza banyak buanget tempat enak buat nongkrong dan makan-makan. Ada juga mall Lippo sama Discovery Mall... Sebenarnya ada juga yang bagus banget, Beach Walk Mall tapi sayang lokasinya 'lumayan' jauh jadinya kita nggak jadi kesana.. heummm... Okelah, karena hari ini sangat melelahkan kita memutuskan untuk istirahat saja, biar terkumpul tenaga buat besok, YAY!


BALI | Monica Maharani Sitompul
pardon my arms guys, itu lengan buat begal.
DAY 2 in Bali, emak w sangat sangat menggebu-gebu dan pengen foto pake baju adat Bali. Wow this is too much for me tapi yaudah lah ya biarkan emak kita berkarya sesukanya. Jadi akhirnya kita cus ke studio foto buat foto sekeluarga pake baju adat Bali. Aku udah lupa nama tempatnya, tapi yang aku ingat lokasinya bersebrangan sama Hardy's department store. Dan guys, harga foto sekeluarga pake baju adat Bali lumayan Pricey juga, tapi worth it sih, pernak pernik yang kita pakai lengkap buat ber-empat dan studio fotonya juga bagus. Not bad, and highly recommended buat yang mau foto disini. Pulangnya mampir Hardy's buat liat-liat karena tempatnya menarik. Disana kita beli snack buat dimakan pas di hotel hahaaha ya begitulah isi otakku cuma makanan doang :(.. Karena dah puas foto-foto dan belanja, akhirnya kami langsung pulang deh. Jadi hari kedua kita nggak begitu ngapa-ngapain, paling malemnya jalan-jalan sepanjang jalan kartika plaza buat nyari makan malem yang enak, walau akhirnya jadi bingung karena semuanya kelihatan enak..
BALI | Monica Maharani Sitompul
my papa trying to enjoy his coffee

DAY 3 in Bali akhirnya kami benar-benar memulai trip gaes! Rencananya sih mau ke semua tempat yang bisa dikunjungi di Bali, Thats why it took literally 2 days for us. Bapakke memutuskan untuk menyewa supir pribadi saja dari pada ikut tour, karena katanya kalo ikut tour kesannya kita jadi terikat dan tidak nyaman. Per harinya dengan supir pribadi kita menghabiskan Rp. 600.000,00. Jalan-jalan pertama, off to the north area we go. Museum ogah-ogah boleh juga tuh gaes. Disini banyak sekali patung-patung tokoh pewayangan raksasa. Ada Krisna, Abimanyu, Dewa Wisnu, dan masih banyak lagi.



Setelah bosan bermain dengan para patung tokoh-tokoh pewayangan, perjalanan dilanjutkan kembaliii!. Tujuan selanjutnya adalah Danau Beratan. Who doesnt know this place? tiap kali liat uang 50 ribu kita pasti melihat danau ini. Danaunya sejuk, rindang pula. That's why this is also one of the places that u should visit when u go to Bali. Walau emang tempatnya agak jauh dari yang namanya kota dan keramaian, tapi tetep sih, kalo belum ke sini belum bisa di bilang Ke Bali.



 
Reading Time:

Tuesday, October 02, 2018

Asrama, Why not? Best Moment Ever | Asrama Trenggono🌸
Tuesday, October 02, 20180 Comments

Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul

Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
Carollusan chicken dinner :p
Asrama? Oh no. I'm pretty sure asrama bukan kata yang menarik bagi beberapa orang. Tempat dimana anak-anak harus tinggal terpisah orang tua tentunya dan dididik dengan disiplin dan aturannya sangatttt sangat ketat. Bangun pagi, beres-beres, no phone, no happiness, no LIFE! Yap, ini emang kurang lebih gambaran tentang asrama guys and i know that u guys pasti berpikir bahwa hidup di asrama itu nggak ada happy happy-nya sama sekali. Well, that's kinda true thou. Aku nggak mau bilang itu salah, but guys, lemme tell you something that you've might never know: My dormitory, asramaku ini beda. 


1st Year in Asrama: Hell Stage.

Jadi setelah lulus SMP, karena aku merantau jauh dari Timika ke Jogja dan sekolah di SMA Stella Duce 2, my mother decided to SEND me to this dorm. Namanya Asrama Trenggono, asrama Katolik yang letaknya di Jl. Dr. Sutomo No. 22B, sebelah utara SMA stero. Awalnya aku kira kehidupanku yang fana ini akan berakhir begitu saja setelah masuk asrama, dan Yas, memang benar guys. Asrama tahun pertama is very hard. Susah bingits.
Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
St. Nathalia, My First Unit!
Ya namanya juga ASSrama ya guys, pasti banyak banget aturan. Nggak boleh masuk unit orang, nggak boleh pulang telat, nggak boleh seenaknya, mandi harus nge-tag dulu, dan tiap asrama juga pasti ada aturan untuk hormat dan sopan sama kakak kelas dan kalo ngelanggar, bisa-bisa kena labrak satu angkatan kakak kelas!. Kalo soal sopan dan hormat sama kakak kelas ini nggak terlalu jadi masalah buat aku, tapi pada tahun pertama yang aku rasain hanya homesick. Kangen rumah kangen mama kangen papa. But that's oke guys, selama kamu punya anggota unit yang baik dan support kamu, kamu pasti bisa menjalaninya. Lho, anggota unit itu apa? Yak, jadi pas aku masuk asrama, aku dapat Unit Nathalia. Jadi unit itu kamar dan satu kamar isinya 8 orang. 2 kakak tingkat kelas 12, 3 kakak tingkat kelas 11 dan 3 adik tingkat kelas 10. Jadi singkatnya aku punya dua teman seangkatan dikamarku tahun pertama, tapi sayangnya mereka berdua pada nggak betah dan memutuskan buat keluar asrama, jadi aku sendiri :(((.
Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
Kiren Sweet 17
Tips buat temen yang lagi di tahun pertama adalah, CARI TEMAN SEBANYAK MUNGKIN. Kalo di asrama tahun pertama aja kamu udah susah nyari teman, huh goodbye then tahun kedua sama tahun ketiga. Kamu bakalan ga betah di asrama tanpa temen. Terus tips yang kedua: Sopan sama kakak kelas. sebenarnya salah satu faktor orang gak betah tinggal di asrama itu karena kakak kelasnya. Tapi, selama kita bisa sopan dan hormat sama kakak kelas, mereka juga nantinya bakalan respect sama kita guys, so dont worry.



2nd Year in Asrama: Uprising Stage!


Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
HAORNAS
yAszZ! Di second stage ini bisa dikatakan stage yang ada ditengah-tengah. Disini emang stage yang bisa dibilang rada di ambang-ambang... Ada kalanya kita selo, merasa bebas, merasa senior karena udah punya adek kelas, eits tunggu dulu. Biar udah ditengah-tengah, kita juga masih punya kakak kelas guis! remember that. Bagiku secara personal, tahun kedua ini emang rumit. Ada kalanya kita ngerasa musuhan sama kakak kelas diatas kita karena mereka kelihatan 'sok-sok' didepan adek kelas baru, bisa juga karena kita ngerasa mereka lebih deket sama adek kelas dari pada sama kita. Hmm, gimana tuh ya? biarpun begitu, tetep tanamkan 1 prinsip ini dalam batin kalian: Be nice to everyone. Cari temen sebanyak mungkin. Buat mereka nyaman. Dengan punya banyak teman dan relasi, kita jadi punya banyak feedback positif guis, dan ini bisa membuat kita dikenal baik di kalangan anak asrama. Dan satu lagi nih guis yang paling penting: Jangan pernah lupa nyapa kakak kelas.
Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
Santa Imakulata, YEY!
Dari pengalamanku waktu kelas 2, temen-temenku (kadang juga aku) jadi makin males nyapa kaka kelas 12nya, padahal harusnya kita tetep nyapa wuahaha. Serba salah sih emang, tapi emang dari tahun ke tahun kodratnya udah kayak gitu :( tinggal pandai-pandainya kita aja baik-baik depan kaka kelas biar tetep selamat sampai dunia akhirat. Oh ya, di kelas 11 ini aku kedapatan unit St. Imakulata. Kakak kelasnya ada Kak Nia si kakak yang periang, Ka Tasya yang baikkkkk bangett, terus teman seangkatan ada Kadek si k-poppers dan Ibeth Alayers (ahaha sorry not sorry bethhh), terus adek-adek kelasque, Regin yang paling ceria saking cerianya jadi agak gajelazzz, Biel adik apartemen tercintaa yang paling rajin dan pembersih (maafkeun kakak apartmentmu yang pemalas ini ya nak :s) dan Novi yang sungguh sungguh sungguh pendiam dan jujur aku masih belum bisa memecahkan dia hahhaa. Ya singkat cerita im happy to be there, di St. Imakulata walaupun pas semester akhir aku sering nginap dan kabur ke St. Goretti. Sorry Imakulata :(


Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
Lengan begal :( Ini jaman kelas 2 naik kelas 3 nih wahaha
Baca Juga: Event HAORNAS Asrama TRENGGONO

3rd Year in Asrama: Victorious Stage

YES. THIS IS IT. THE MOST FANTASTIC STAGE IN MY DORM-LIFE. Disini aku ngerasain posisi bukan hanya sebagai senior yang paling senior, tapi juga sebagai KETUA A$$RAMA, bayangin nggak tuh seberapa diseganinya diriku #eakkkk.. Nggak nggak nggak, just kidding.
Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
With sahabat seperjuangan pas welcome party!


Terlepas dari jabatanku sebagai ketua asrama, di kelas tiga ini aku ngerasa 100% berkuasa, karena nggak ada lagi yang ditakuti. Apalagi kalo semua teman-teman angkatan punya otak yang sama. Mandi pagi jam setengah 7, malemnya kabur nggak ikut doa, hari sabtu harusnya balik jam 8 malem kita gas ampe jam 9 malem, jam belajar suka kabur ke kamar, pokoknya banyak banget deh kejadian seru. Dikelas 3 ini juga aku ngerasain gimana rasanya diteriakin suster Renata sampe didengar seluruh asrama. "RANIII, ACHAA!!! SUDAH JAM BERAPA INI!??!! SAYA TIDAK SUKA YA TEMAN, KALIAN SEENAKNYA MENTANG-MENTANG SUDAH KELAS 12 TIDAK IKUT DOA PAGI!" baru aja sedetik saat Sr. Renata manggil namaku sama nama Acha, aku langsung bangun sigap dan ngikutin semua perintahnya. LITERALLY SEMUANYA, berasa kayak anak akademi kepolisian. Tapi kadang kala juga di kelas 12 ini ngerasa benci banget ama anak kelas 11 yang udah berlagak senior. Ya seperti yang aku rasain di kelas 11 juga sih. Emang sudah kodratnya
Ziarah ke Ambarawa, KANGENN
kelas 11 sama 12 gak bisa akur. Ada lagi moment paling tak terlupakan pas aku sama Kinoy buat adek kelas keluar asrama dan pindah sekolah karena takut sama kita berdua hahahaa. Sebenarnya awalnya itu cuma masalah antara Kinoy sama adek itu sih, cuma karena aku ngerasa makin lama makin nggak bener, akhirnya aku jadi ikut-ikutan deh hahaha. Akhirnya dia yang awalnya nyari gara duluan nyalinya menciut dan langsung kabur. Heuh untungnya sih angkatanku sangat-sangat supportive dan mendukung kita melewati masa-masa berat ini hahaaha, begitulah. Pada masa ini juga aku semakin merasakan yang Namanya pertemanan, kekompakan, solidaritas dan juga good circle. Sumpah, bahagia banget bisa ketemu makhluk kocak dan bolot seperti mereka semua di asrama Trenggono. Seru dan hangen tentunya, sample gabisa Aku deskripsikan Dengan kata-kata. Kangen masa-masa itu, tapi syukurnya kami semua masih saling kontak-kontakan dan tentunya masih tetap gila Seperti dulu, ada yang tambah gila malah hahaha❤️.

Oh iya, di tahun akhir ini aku kedapatan unit St. Quentine, yang letaknya di bawah dan tepat didepan biara. Hmm kebayang ga tuh aktivitas kita selalu dipantau sama big bos a.k.a Sr. Renata? Jadi anggota kelas 12 ada Acha yang otaknya sama-sama bolot kayak aku, terus ada Inri yang kayaknya hidupnya bahagia terus dan ga pernah stressss. Lalu kelas 11 nya ada Regin (LAGI, yah bosen bet ketemu ni anak selama 2 tahun wkwk), terus ada Yola yang hobi cerita trus suka bagiin milo yang udah di setrika hahhaa dan yang terakhir ada Octa si mak batak yang datar-datar lucu. Terus kelas 10 nya ada Taroo, adek apartmentku yang suaranya bagoees tenan sampe kalo dia nyanyi diatas tempat tidurku aku suka gumun sendiri koq ada suara sebagoes itu (oke siap) lalu ada Sonya naG bAskeT stero yang anaknya heboh pisan. Pokoknya unitku selalu keren-keren dan ketjeh-ketjeh. Di St. Quentine juga kita menang lomba Halloween juara 1 hahaha lumayan dapet puluhan cokelat cadbury sama dove (otw karies gigi).
Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
Jadi theme Halloween kita: Western Ghost. Ada yang bisa nebak aku yang mana? hehehe



Ya guys, jadi pengalamanku tinggal di asrama kurang lebih begitu. Banyak banget kejadian seru yang ga bakalan bisa aku lupain di asrama. Hidup di asrama sudah mengajarkanku banyak hal. Susah sedih tinggal disini pasti ada, tapi yang yang menjadi tantangan adalah bagaimana teman-teman mengubah perasaan susah dan sedih menjadi kebahagiaan bersama. If only i could turn back time, i miss this vibe so much. Bahkan aku lebih milih tinggal di asrama dari pada harus sekolah. i love dorm more than school. Ga ada yang lebih membanggakan selain punya pengalaman tinggal diasrama, dan yang paling aku senang adalah fakta bahwa aku berhasil stay di asrama selama 3 tahun. Banyak yang nggak betah dan keluar. Puji Tuhan meh and my squad are as hard as rock dan kita sungguh tahan banting wahahaha. Sekian tulisanku tentang asrama, yang dibuat hanya sekedar untuk pelepas rindu. Intinya, I MISS U DORM beserta semua kenangan pahit dan manis yang telah kutelan bulat-bulat. Terima kasih telah membentukku sebagai seorang pribadi yang tangguh. I am a Proud Trenggoners. 2018
 
Asrama Trenggono | Monica Maharani Sitompul
Perpisahan terakhir sebelum menuju dunia yang lebih berat. Goodbye Dorm! i will always miss u hehehe


Reading Time:

Instagram - @Rsjournale

@way2themes