Back to Indonesia πŸ‡²πŸ‡¨ - Journey Of The Week

Back to Indonesia πŸ‡²πŸ‡¨ - Rsjournal
Lukou International Airport, Nanjing


(Note: Post ini adalah post lanjutan dari cerita tentang apartment saya)
πŸ‘‡πŸ»
First Time Sewa Apartemen di Nanjing, China - Journey of The Week
Selamat membaca😻


Setelah melakukan pertimbangan panjang antara balik ke Indonesia atau tetap stay di Nanjing, akhirnya saya dan dua orang teman saya memutuskan untuk segera balik ke Indonesia. Banyak sekali pertimbangan yang membuat kami ingin segera pulang, diantaranya:


  1. Virus sudah semakin menyebar, kami takut jika menunda makin lama kami makin tidak diizinkan balik ke Indonesia
  2. Issue bahwa penerbangan dari China akan segera di batalkan di beberapa negara Seperti Singapore dan Thailand
  3. Issue bahwa China akan segera me-lockdown negara mereka
  4. Jadwal kuliah ditunda
  5. Harga tiket semakin mahal.

Akhirnya kami membeli tiket untuk penerbangan malam tanggal 28 Januari, estimasi perjalanan 12 jam menggunakan maskapai Thai Lion. Waktu itu harga tiket yang kami dapatkan harganya sekitar 4 jutaan tanpa bagasi, hanya kabin 7kg. Mahal memang untuk sebuah penerbangan kelas ekonomi, karena tiket normal Nanjing-Jkt biasanya hanya kisaran harga 2juta sampai 3juta. Tapi demi keselamatan bersama, rugi sedikit tidak masalah asal selamat. 


Pukul 18.00 waktu Nanjing saya dan teman-teman mulai on the way menuju Bandara. Kami berangkat pukul 12 malam, namun karena lokasi bandara jauh dan belum terlalu tau tentang sistemasi keberangkatan sekarang akhirnya kami memutuskan untuk berangkat secepat mungkin.

Semua orang menggunakan masker. Masker yang kami gunakan Adalah N90, respiratory mask. Di pintu Masuk kami di check menggunakan thermal gun. Waktu itu saya sehat-sehat saja, namun karna parno saya deg degan sekali, takut tiba-tiba suhu tubuh saya naik dan tidak boleh masuk bandara, huh ada-ada saja :(


Back to Indonesia πŸ‡²πŸ‡¨ - Rsjournal
Safety first, tidak hanya pakai masker, adik-adik ini juga pakai sarung tangan lho πŸ˜…

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya kami check in. Surprisingly, banyak banget orang IndoπŸ˜†.  Kami kira hanya kami bertiga yang berangkat pada saat itu. Ternyata banyak dan bukan hanya kami. Pelajar dari kampus lain pun juga pada berbondong-bondong pulang kampung. Waktu itu saya dan kedua temen saya langsung seneng karena banyak temen, kami jadi tidak takut nyasar dan tinggal ngikutin kemana mereka pergi.


Back to Indonesia πŸ‡²πŸ‡¨ - Rsjournal
Health Quarantine

Tbh, agak sedikit takut dan parno karna melakukan perjalanan jauh, transit di thailand juga lumayan lama apalagi kami dari China. Takut di cap bawa penyakit atau apalah sebutan mereka. Makanya saya dan teman-teman jadi rutin banget nyemprot hands sanitizer, dikit-dikit habis pegang ini itu langsung nyemprot sana sini. Huh namanya juga parno yakan shay?

Oh iya saat di bandara Nanjing, kami melewati beberapa tahap pengecekan. Thermal test beberapa kali dan surat pernyataan tidak pernah melakukan perjalanan ke Wuhan dalam waktu dekat lalu nantinya surat tersebut diserahkan ke bagian health Quarantine. Ketika berhasil melewati health quarantine berarti sudah aman dan boleh melakukan keberangkatan.

Back to Indonesia πŸ‡²πŸ‡¨ - Rsjournal


Puji Tuhan, kami mendapat pesawat yang transit di Bangkok hanya sekitar 3 jam-an. Beberapa teman kami mendapat transit hingga 12 jam🀯 . Rasa takut tetap pasti akan muncul karena ini merupakan awal-awal virus ini muncul sehingga kami masih belum paham tentang cara penyebarannya. Namun bersyukur karena kami dapat sampai di Indonesia dengan selamat. Thanks GodπŸ’‹.


Back to Indonesia πŸ‡²πŸ‡¨ - Rsjournal

Sebenarnya jika dipikir-pikir kembali, protokol yang di lakukan di China, Thailand dan beberapa negara di Asia Tenggara sudah paling aman, semua orang diharuskan menggunakan masker, menjaga kebersihan, menggunakan hands sanitizer dan tidak sembarangan menyentuh barang. Hal hal simple yang sepele bukan?

Inilah salah satu alasan mengapa penyebaran virus di China dapat segera pulih dan menurun, karena mereka begitu memperhatikan protokol kesehatan dan tidak mengabaikan himbauan pemerintah.

Mungkin Indonesia harus lebih banyak belajar dari Negara-negara yang sudah berhasil mengurangi penyebaran virus ya, mengingat saat ini Indonesia merupakan negara nomor 1 di Asia Tenggara dengan jumlah pasien yang terjangkit virus corona terbanyak yang sudah mencapai angka 40 ribu pasien tertular. Get well soon Indonesiaku, semoga orang-orang yang masih ngeyel dan tetap keluyuran tidak jelas sana sini dan mengabaikan protokol disituasi pandemi ini dapat segera dibuka matanya agar segera menghentikan kelakuan konyolnya itu.



Rs2020


0 komentar